
iweilepunews.com
Warga Lestarikan Tradisi Leluhur
Muara Teweh – Masyarakat adat Dayak penganut agama Kaharingan di Kabupaten Barito Utara,Desa seirahyu, Kalimantan Tengah, menggelar ritual pengobatan tradisional sebagai bentuk ikhtiar penyembuhan sekaligus pelestarian budaya leluhur,Rabu 10 februari 2026.
Ritual pengobatan yang dikenal dengan sebutan Balian tersebut dipimpin oleh seorang Basir atau tokoh adat Kaharingan pemimpin ritual/dukun balian, dan diikuti oleh keluarga pasien serta warga sekitar. Prosesi dilaksanakan secara sakral dengan iringan doa-doa adat, mantra, serta penggunaan perlengkapan ritual seperti sesajen, beras, daun-daunan, dan alat musik tradisional.
Menurut Basir/dukun baliannya yang memimpin ritual, pengobatan Kaharingan tidak hanya bertujuan menyembuhkan penyakit secara fisik, tetapi juga memulihkan keseimbangan jiwa dan hubungan manusia dengan alam serta Sang Pencipta, Ranying Hatalla Langit.
“Dalam kepercayaan Kaharingan, penyakit bisa datang karena ketidakseimbangan antara manusia, alam, dan roh leluhur.
Ritual ini menjadi sarana untuk memohon kesembuhan dan keharmonisan,” ujarnya.
Salah satu warga yang mengikuti ritual mengatakan bahwa tradisi pengobatan ini telah diwariskan secara turun-temurun dan masih dipercaya hingga kini, khususnya untuk penyakit tertentu yang diyakini tidak dapat disembuhkan secara medis.
Selain sebagai bentuk kearifan lokal khusus di pedalaman, kegiatan ini juga dinilai penting untuk menjaga identitas budaya Dayak Kaharingan di tengah arus modernisasi.Ritual balian ini juga
merupakan ritual pengobatan dayak pendalaman sejak dahalu yang tidak mempunyai akses prasarana medis.
Selama dilaksanakan dengan tertib dan tidak bertentangan dengan aturan adat,Ritual balian kegiatan seperti ini sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah,”di kalimantan tengah.
Ritual pengobatan Kaharingan di Barito Utara menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat adat masih hidup dan terus dijaga oleh generasi penerus hingga saat ini.julandi(iweileunew.com)




