Muara Teweh,iweilepunews,com
Pesona ikan hias asal Kalimantan Tengah, Channa Red Barito, semakin mencuri perhatian para kolektor ikan di berbagai daerah. Dengan warna merah menyala dan motif sisik eksotis, ikan endemik dari aliran Sungai Barito ini kini menjadi komoditas unggulan yang membanggakan sekaligus menguntungkan bagi masyarakat lokal.
Dari Hobi Jadi Sumber Rezeki
Salah satu pelaku usaha yang sukses membudidayakan Channa Red Barito adalah Ahmad Maulana, warga Jalan Mangkusari, Kota Muara Teweh.
Berawal dari hobi memelihara ikan hias lima tahun lalu, kini bisnisnya berkembang pesat dan menjadi contoh nyata ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.
“Awalnya hanya coba-coba, tapi karena banyak yang suka dengan warna dan bentuknya, sekarang bisa panen rutin setiap bulan,” ujarnya kepada Baritoraya.com, Selasa (11/11/2025) pagi.
Dengan modal awal sekitar Rp10 juta, Ahmad kini meraup omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan. Ikan hasil budidayanya dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp3 juta per ekor, tergantung ukuran dan kualitas warna.
Permintaan Tinggi, Tapi Populasi Alami Mulai Terancam
Tingginya minat pasar terhadap ikan Channa Red Barito berdampak positif bagi ekonomi masyarakat, namun juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan populasi ikan di habitat aslinya.
“Sekarang banyak yang mencari bibit liar untuk dijual. Kalau tidak dikontrol, ikan ini bisa habis di alam,” ujar Ahmad dengan nada prihatin.
Ikan ini hidup di sungai dan rawa-rawa khas Barito, dengan kondisi air yang jernih dan beroksigen tinggi. Bila eksploitasi terus dilakukan tanpa pengawasan, ekosistem perairan dikhawatirkan terganggu.
Perlunya Kebijakan Perlindungan dan Edukasi Konservasi
Para pelaku budidaya berharap pemerintah daerah dapat mengeluarkan kebijakan pembatasan ekspor ikan liar serta memperbanyak pelatihan budidaya berkelanjutan. Langkah ini penting untuk menyeimbangkan antara potensi ekonomi dan kelestarian lingkungan.
“Kalau pemerintah mendukung lewat pelatihan dan regulasi, semua bisa diatur. Ikan ini bisa jadi potensi ekonomi besar tanpa merusak alam,” tambah Ahmad.
Warisan Alam yang Harus Dijaga
Selain nilai ekonominya, ikan Channa Red Barito juga menjadi simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Barito. Keindahan warnanya mencerminkan kekayaan hayati Kalimantan Tengah yang layak dijaga keberadaannya.
“Dunia luar sudah mengenal ikan ini sebagai ikon Sungai Barito. Tugas kita menjaga agar generasi berikutnya masih bisa melihatnya, bukan hanya mendengar namanya,” tutup Ahmad.(jul/Tim)






