𝗷𝘂𝗹𝗮𝗻𝗱𝗶-𝗶𝘄𝗲𝗶𝗹𝗲𝗽𝘂𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺-2026
Pria Meksiko ini mungkin cuma bisa senyum kecut dengarnya.
Katanya sih asetnya sampai 48 cm. Setengah meter, wak.
Kalau dijemur, bisa kalah sama handuk kecil.
Tapi ternyata… itu bukan batang murni.
Hasil rontgen dokter bilang jelas:
yang panjang kali itu kulit khatan yang melar karena ditarik pakai beban bertahun-tahun.
Batang aslinya? Ya normal, 15–18 cm.
Makanya Guinness langsung angkat tangan.
Bukan iri, bukan dengki.
Tapi karena mereka tak mau dorong orang menyiksa tubuh demi rekor.
Logikanya:
> “Kalau harus nyiksa badan dulu baru jadi rekor, itu bukan prestasi, itu masalah.”
Dan di sinilah ironinya, wak.
Bukannya hidup enak, Roberto malah:
Susah jalan → kayak bawa galon tiap hari
Susah kerja → sampai dianggap disabilitas
Sering ISK → karena air kencing nyangkut di lipatan kulit
Harus dibalut perban tiap hari
Tak pernah berhubungan seumur hidupnya → karena orang pun ngeri lihatnya
Dokter bilang:
“Potong, kecilkan, kau bisa hidup normal.”
Tapi Roberto bilang:
“Tidak. Ini identitasku.”
Nah di situ kau bisa ketawa, bisa geleng kepala, bisa kasihan…
karena ini bukan lagi soal ukuran,
ini soal ego, obsesi, dan ketenaran.
Dunia teriak:
> “Wih… panjang kali!”
Padahal dalam diam, hidupnya:
> sempit, ribet, dan penuh batas.
Makanya kalau orang ribut:
terlalu besar jangan
terlalu kecil jangan
terlalu panjang jangan
terlalu pendek jangan
Sebenarnya hidup cuma mau bilang satu hal:
𝗶𝘄𝗲𝗶𝗹𝗲𝗽𝘂𝗻𝗲𝘄𝘀.𝗰𝗼𝗺-2026






