𝗞𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗟𝗶𝗸𝗮-𝗟𝗶𝗸𝘂 𝗞𝗲𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽𝗮𝗻

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

𝗷𝘂𝗹𝗮𝗻𝗱𝗶-𝗹𝘄𝗲𝗶 𝗟𝗲𝗽𝘂 𝗡𝗲𝘄𝘀.𝗖𝗼𝗺

Kisah ini berlatar di Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Di sanalah berdiri sebuah rumah jabatan yang dihuni oleh orang nomor satu di parlemen daerah tersebut, H. Musakkir Sarira (52 tahun), Ketua DPRD Kolaka Utara dari fraksi PDIP. Ia tinggal bersama istrinya yang jauh lebih muda, Andi Erni Astuti (27 tahun), seorang PNS

Dinas Kesehatan, beserta ketiga buah hati mereka.
Siapa sangka, rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan paling aman itu, dalam satu malam berubah menjadi tempat kejadian perkara yang mengguncang publik.

I. Bara Api di Selasa Malam (17 Oktober 2017)

Matahari telah terbenam di hari Selasa, 17 Oktober 2017. Musakkir, yang baru saja kembali dari menunaikan ibadah haji, sedang berada di rumah dinasnya. Sekitar pukul 19.00 hingga 20.00 WITA, ketenangan malam mulai terusik.

Di dalam kamar pribadi mereka, terjadi percikan konflik. Andi Erni, sang istri, dikuasai oleh api cemburu. Ia memeriksa telepon genggam suaminya dan menemukan sesuatu yang ia tafsirkan sebagai tanda kehadiran “orang ketiga” atau komunikasi yang tidak wajar. Pertanyaan berubah menjadi tuduhan, dan diskusi berubah menjadi percekcokan.

Musakkir berusaha meredam situasi. Ia tidak meladeni emosi istrinya dengan kekerasan fisik, melainkan mencoba menghindar dengan keluar masuk kamar, berharap istrinya menjadi tenang. Namun, bagi Erni yang hatinya sedang panas, sikap diam dan menghindar itu justru dianggap sebagai ketidakpedulian.

II. Satu Detik yang Fatal (Pukul 23.00 WITA)

Jarum jam menunjuk angka 23.00 WITA. Eskalasi pertengkaran mencapai puncaknya di area sekitar kamar tidur dan kamar mandi. Di tengah adu mulut yang kian sengit, mata Erni menangkap sebuah benda di dekatnya: sebuah pisau buah. Pisau dapur kecil yang biasa digunakan untuk hal-hal sederhana, malam itu berubah fungsi di tangan seseorang yang sedang “gelap mata”.

Tanpa pikir panjang, dalam satu gerakan impulsif, Erni mengayunkan pisau itu ke arah suaminya. Tusukan itu telak. Pisau menancap di perut bagian atas sebelah kanan (ulu hati). Bukan sekadar goresan, benda tajam itu masuk sedalam 4,1 sentimeter. Tragisnya, tusukan itu merobek organ vital yang sangat rapuh dan kaya pembuluh darah: hati (liver).

Darah segar seketika mengucur. Musakkir ambruk. Dalam detik itu juga, amarah Erni lenyap, berganti dengan kepanikan luar biasa. Ia sadar, ia telah melukai orang yang dicintainya.

III. Kepanikan dan Skenario Palsu (Pukul 23.15 WITA)

Melihat suaminya bersimbah darah, Erni berteriak histeris memanggil bantuan. Anggota Satpol PP yang berjaga di pos rumah jabatan dan dokter pribadi segera berlari masuk.

Di momen kritis ini, naluri ketakutan Erni akan hukum sempat mengambil alih. Sambil memapah suaminya, ia dikabarkan sempat berusaha membersihkan ceceran darah di lantai dan pada pakaian untuk menyamarkan jejak. Kepada orang-orang yang datang menolong, ia membangun alibi: “Bapak terjatuh di kamar mandi” atau “Terkena benda tajam secara tak sengaja.”

IV. Perjuangan Melawan Maut (Rabu Dini Hari, 18 Oktober 2017)

Musakkir segera dilarikan ke RSUD Kolaka Utara di Lasusua. Namun, tim medis di sana angkat tangan. Luka pada organ hati menyebabkan pendarahan internal yang masif, dan peralatan di rumah sakit tersebut tidak memadai untuk operasi besar yang dibutuhkan.

Keputusan berat diambil di tengah malam buta: Musakkir harus dirujuk ke RSUD Benyamin Guluh di Kabupaten Kolaka. Masalahnya, perjalanan darat itu membutuhkan waktu 3 hingga 4 jam.

Ini adalah perjalanan yang menyiksa. Di dalam ambulans yang membelah kegelapan Sulawesi Tenggara, nyawa sang Ketua DPRD perlahan-lahan meredup seiring darah yang terus keluar dari tubuhnya.

V. Akhir yang Memilukan (Rabu Sore, 16.30 WITA)

Rabu pagi, korban tiba di RSUD Benyamin Guluh. Tim medis berusaha melakukan tindakan penyelamatan intensif. Namun, tubuh Musakkir sudah mengalami syok hipovolemik kondisi gawat darurat akibat hilangnya darah dan cairan tubuh dalam jumlah besar.

Perjuangan itu berakhir pada sore harinya. Tepat pukul 16.30 WITA, H. Musakkir Sarira mengembuskan napas terakhirnya. Ia pergi untuk selamanya, meninggalkan luka mendalam bagi anak-anaknya yang seketika menjadi yatim.

VI. Terungkapnya Kebenaran (Kamis, 19 Oktober 2017)

Kematian Musakkir yang disebut “terjatuh” dinilai janggal oleh pihak kepolisian. Luka tusuk yang rapi dan dalam tidak konsisten dengan pola luka akibat benturan jatuh. Polres Kolaka Utara bergerak cepat melakukan olah TKP.

Kebohongan tidak bisa bertahan lama di hadapan bukti forensik. Polisi menemukan baju penuh darah yang sempat disembunyikan, gunting medis, dan pisau buah yang menjadi saksi bisu. Hasil visum et repertum memperkuat dugaan penganiayaan.

Terdesak oleh bukti, Andi Erni Astuti akhirnya mengakui perbuatannya. Pada Kamis, 19 Oktober 2017, statusnya berubah dari seorang istri pejabat menjadi tersangka pembunuhan. Ia dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

V. Refleksi Akhir

Kisah Musakkir dan Erni adalah monumen peringatan bagi kita semua. Bahwa “Cemburu” dan “Amarah” adalah dua tamu yang jika dibiarkan masuk ke dalam kamar tidur tanpa kendali, dapat menghancurkan bangunan rumah tangga yang kokoh sekalipun.

Hanya karena satu momen kehilangan kendali, seorang suami kehilangan nyawa, seorang istri kehilangan kebebasan, dan anak-anak kehilangan masa depan bersama orang tua mereka.𝗝𝘂𝗹𝗮𝗻𝗱𝗶

𝗜𝘄𝗲𝗶 𝗟𝗲𝗽𝘂 𝗡𝗲𝘄𝘀.𝗖𝗼𝗺

Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Desember 2025 - 07:43 WIB

𝗞𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗟𝗶𝗸𝗮-𝗟𝗶𝗸𝘂 𝗞𝗲𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽𝗮𝗻

Berita Terbaru

Barito utara

Sejumlah Wartawan Membentuk Organisasi perkumpulan wartawan-BARUT

Kamis, 15 Jan 2026 - 20:41 WIB

0-0x0-0-0#

Barito utara

KODIM 1013/MTW GELAR KOFEE BREAK, AJANG PERKENALAN 

Jumat, 9 Jan 2026 - 20:58 WIB

𝕔𝕖𝕣𝕚𝕥𝕒 𝕜𝕖𝕙𝕚𝕕𝕦𝕡𝕒𝕟

ALASAN MENGAPA LELAKI BISA TERGILA GILA DENGAN ISTRI ORANG

Senin, 5 Jan 2026 - 05:10 WIB